Berita Lampung Pilkada Sragen Banyak Ditemukan Surat Suara Rusak : Pilkada Sragen yang berlangsung Sabtu (19/3), diwarnai dengan sejumlah keganjilan di beberapa TPS. Keganjilan itu, antara lain ditemui surat suara yang sudah seperti dicoblos. Selanjutnya, surat itu dinyatakan rusak dan tidak dapat dipakai.
Contohnya adalah di TPS 02 Jetis, Sragen Kulon. Di sana, terdapat 27 surat suara dinyatakan rusak. "Surat suara tidak dipakai, karena ada coretan dan bekas tusukan jarum," tutur Sutarno SPd, Ketua KPPS.
Hal yang sama terjadi di TPS 4 Karanganom, Taraman, Sidoharjo. Sebanyak 34 surat suara terdapat lubang kecil mirip tusukan jarum. Ketua KPPS setempat, Marso mengatakan, terpaksa surat yang dinilai rusak tersebut diamankan.
Yang lebih banyak terjadi di TPS 5 Pilangbangu, Sepat, Masaran. Surat suara yang mirip dicoblos jarum sebanyak 48 biji. Namun, pencoblosan pada surat tersebut secara acak, mulai pasangan nomor urut satu hingga lima. Anehnya, kotak suara yang harusnya disimpan pada tempat tersembunyi, malam harinya diamankan ke rumah ketua KPPS.
Kejadian kerusakan surat suara juga menimpa TPS 1 Pringan, Karangtengah. Sragen Kota. Jumlah surat suara yang mirip ditusuk jarum berjumlah sembilan buah.Melihat kondisi seperti itu, Koordinator Media Center pasangan Agus Fatchur Rahman - Daryanto (Ada), Dodok Sartono beserta rombongan mengajukan komplain ke KPU.
Mereka mengaku melihat dengan sendiri bahwa banyak suara rusak dan bekas coblosan pada surat suara yang bergambar dr Kusdinar Untung Yuni Sukowati - Darmawan (Yuda). Dodok Sartono beserta Tim Sukses Ada melabrak dan meminta Ketua KPU Agus Riwanto untuk mengecek surat suara di TPS Karangtengah, Kecamatan Sragen Kota.
Dodok meminta supaya KPU mengganti semua surat suara yang rusak di seluruh Kabupaten Sragen. Tapi Agus menolak, karena tidak mungkin surat suara yang sudah beredar di tarik dan diganti dalam waktu sehari. "Kami ini bukan organisasi malaikat," tuturnya.
Minta Diganti
Agus Riwanto memerintahkan kalau KPPS menemukan surat suara cacat atau ada bekas coblosan, agar diganti. Karena sehari sebelumnya Agus Riwanto mengirim surat edaran ke semua KPPS di Sragen, jika menyerahkan surat suara untuk calon pemilih, harus dibuka terlebih dulu. ''Sehingga penerima surat suara itu tahu, surat suara yang diterima itu cacat atau tidak," tuturnya.
Dikatakan kecacatan surat suara itu diyakini Agus Riwanto dari percetakan dan bukan karena disengaja.Perdebatan antara Agus dan Dodok tak cukup di situ. Begitu merapat ke TPS 2 Karangtengah, keduanya terus beradu mulut. Bahkan, saking geramnya, Agus sampai menggebrak salah satu meja di TPS tersebut.
Sementara, sejumlah warga Kampung Sragen Manggis, mengatakan banyak surat undangan nyoblos tidak sampai ke warga. Buktinya dari 374 hak pilih yang tidak hadir untuk mencoblos mencapai 64 orang. "Warga yang tidak hadir itu bukan berarti tidak mendapat undangan nyoblos, melainkan karena bekerja di luar kota dan tidak nyoblos," tutur Suwito warga Kampung Sragen Manggis.
Dari TPS 03 Desa Bedoro, Sambungmacan, Sragen dilaporkan adanya indikasi kecurangan yang dilakukan pendukung Ada, karena mempengaruhi para orangtua di jalan agar mencoblos Ada. Sementara itu, Cawabup Daryanto mengaku bahwa surat suara yang sudah dicoblos dengan jarum merupakan ketidaknetralan KPU dalam menggelar Pilkada.
Menurut dia, itu merupakan kejahatan sistemik secara massif, yang tentunya terdapat aktor intelektual di belakangnya. “Itu jelas merugikan kami. Sebab, TPS-TPS yang terdapat surat suara rusak merupakan basis Ada. Seandainya itu memang diskenario, kami siap menempuh jalur hukum. Itu bisa mengarah tindak pidana,” kata Daryanto.
Sementara, Cabup Kusdinar UYS mengatakan bahwa jika surat suara itu benar rusak, diminta untuk dikembalikan ke petugas KPPS dengan meminta yang baru.
Sabtu, 19 Maret 2011
Hasil Pilkada Sragen, Pasangan ADA menang di TPS 22
Berita Lampung Hasil Pilkada Sragen, Pasangan ADA menang di TPS 22 ; Pasangan calon bupati (Cadan calon wakil bupati (Cawabup) Sragen no urut 5 Agus Fatchurrahman – Daryanto (ADA) memperoleh suara terbanyak di TPS 22 TPS 22, di dusun Kuwungsari, Desa Sragen Kulon, Kecamatan Sragen Kota.
TPS tersebut merupakan TPS yang digunakan Agus Fatchurrahman dalam menggunakan hak pilihnya. Berdasarkan pantauan Espos di TPS tersebut, Sabtu (19/3/2011) ADA berhasil meraup 367 suara. Sementara pasangan no 4 Kusdinar Untung Yuni S-Darmawan Minto Basuki (Yuda) memperoleh 54 suara. Pasangan no 3 Danang Wijaya-Sumiyarno (Damar) tidak memperoleh dukungan suara. Pasangan no 2, Sularno-Kushardjono (Laku) memperoleh satu suara dan no 1 Wiyono-Dariyanto (Noto) mendapat dua suara.
Ketua KPPS TPS 22, Suramto mengatakan di TPS tersebut total terdapat 508 DPT namun yang menggunakan hak pilihnya hanya 424 orang. “Jadi dari total DPT hanya sekitar 83 persen yang menggunakan hak pilihnya,” jelasnya.
Seperti diberitakan, dalam Pilkada Sragen untuk memilih bupati dan wakil bupati periode 2011-2016 kali ini terdapat lima masang calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup). Mereka yakni pasangan Cabup-Cawabup no 1 Wiyono-Dariyanto (Noto) , pasangan no 2 Sularno-Kushardjono (Laku) ,pasangan no 3 Danang Wijaya – Sumiyarno (Damar), pasangan no 4 Kusdinar Untung Yuni S-Darmawan Minto Basuki (Yuda) dan pasangan no 5 yakni Agus Fatchurrahman – Daryanto (ADA).
Sebanyak 751.071 warga Sragen masuk daftar pemilih tetap (DPT). Mereka dapat menggunakan hak pilih di 1.616 TPS yang tersebar di 20 kecamatan.
TPS tersebut merupakan TPS yang digunakan Agus Fatchurrahman dalam menggunakan hak pilihnya. Berdasarkan pantauan Espos di TPS tersebut, Sabtu (19/3/2011) ADA berhasil meraup 367 suara. Sementara pasangan no 4 Kusdinar Untung Yuni S-Darmawan Minto Basuki (Yuda) memperoleh 54 suara. Pasangan no 3 Danang Wijaya-Sumiyarno (Damar) tidak memperoleh dukungan suara. Pasangan no 2, Sularno-Kushardjono (Laku) memperoleh satu suara dan no 1 Wiyono-Dariyanto (Noto) mendapat dua suara.
Ketua KPPS TPS 22, Suramto mengatakan di TPS tersebut total terdapat 508 DPT namun yang menggunakan hak pilihnya hanya 424 orang. “Jadi dari total DPT hanya sekitar 83 persen yang menggunakan hak pilihnya,” jelasnya.
Seperti diberitakan, dalam Pilkada Sragen untuk memilih bupati dan wakil bupati periode 2011-2016 kali ini terdapat lima masang calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup). Mereka yakni pasangan Cabup-Cawabup no 1 Wiyono-Dariyanto (Noto) , pasangan no 2 Sularno-Kushardjono (Laku) ,pasangan no 3 Danang Wijaya – Sumiyarno (Damar), pasangan no 4 Kusdinar Untung Yuni S-Darmawan Minto Basuki (Yuda) dan pasangan no 5 yakni Agus Fatchurrahman – Daryanto (ADA).
Sebanyak 751.071 warga Sragen masuk daftar pemilih tetap (DPT). Mereka dapat menggunakan hak pilih di 1.616 TPS yang tersebar di 20 kecamatan.
Hasil Pilkada Sragen Pasangan Noto menang di kandang sendiri
Berita Lampung Hasil Pilkada Sragen Pasangan Noto menang di kandang sendiri ; Pasangan calon Bupati Sragen nomor urut 1, Wiyono-Dariyanto (Noto) menang di kandang sendiri. Di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 6 Duyungan, Sidoarjo, tempat Wiyono mencoblos, pasangan Noto menang mutlak dengan perolehan suara 224.
Sedang pasangan Yuda (Kusdinar Yuni-Darmawan) meraup suara 34. Untuk pasangan Sularno-Kusharjono (Laku) meraup 3 suara dan pasangan no 3 Danang Wijaya-Sumiyarno (Damar) tidak memperoleh suara. “Dan pasangan Ada (Agus- Daryanto) mendapat 85 suara,” kata Edy, anggota KPPS setempat. “Sedang jumlah surat suara tidak sah ada satu lembar.”
Sedang Di TPS 14 Plumbungan, Karangmalang, lokasi mencoblos Dariyanto, Noto mengungguli lawan-lawannya dengan mendapat 132 suara, Laku dan Damar mendapat 3 suara, Yuda 71 suara dan Ada 103 suara. Pada TPS ini, jumlah suara Golput 122 suara.
Sedang pasangan Yuda (Kusdinar Yuni-Darmawan) meraup suara 34. Untuk pasangan Sularno-Kusharjono (Laku) meraup 3 suara dan pasangan no 3 Danang Wijaya-Sumiyarno (Damar) tidak memperoleh suara. “Dan pasangan Ada (Agus- Daryanto) mendapat 85 suara,” kata Edy, anggota KPPS setempat. “Sedang jumlah surat suara tidak sah ada satu lembar.”
Sedang Di TPS 14 Plumbungan, Karangmalang, lokasi mencoblos Dariyanto, Noto mengungguli lawan-lawannya dengan mendapat 132 suara, Laku dan Damar mendapat 3 suara, Yuda 71 suara dan Ada 103 suara. Pada TPS ini, jumlah suara Golput 122 suara.
Hasil Quik Count Sementara Pilkada Sragen Pasangan Agus-Daryanto (ADA) Unggul
Berita Lampung Hasil Quik Count Sementara Pilkada Sragen Pasangan Agus-Daryanto (ADA) Unggul : Pasangan Agus-Daryanto (ADA) untuk sementara unggul dengan perolehan suara 50,68% berdasarkan hasil quick account Pusat Data Elektronik (PDE) Kabupaten Sragen, Sabtu (19/3) hingga pukul 16.30 WIB. Sementara rival terkuatnya, pasangan Yuni-Darmawan (Yuda) mendapatkan 44,10%.
Hasil perolehan tersebut dihimpun dari laporan petugas di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS). Hingga pukul 16.30 WIB, laporan yang masuk berasal dari 1.605 TPS dari total TPS sebanyak 1.616 TPS yang menyebar di 20 kecamatan. Rincian perolehan suara tersebut meliputi pasangan Wiyono-Dariyanto (Noto) mendapatkan 2,27%, pasangan Sularno-Kushardjono (Laku) mendapatkan 0,98%, pasangan Danang Wijaya-Sumiyarno (Damar) mendapat 1,94%, pasangan Yuda mendapat 44,10% dan pasangan ADA mendapat 50,68%.
Kabag PDE Pemkab Sragen, Dwiyanto saat dihubungi Solopos.com, Sabtu, menerangkan quick account itu didasarkan pada hasil laporan petugas yang ditempatkan di 1.616 TPS. Menurut dia, hingga pukul 16.30 WIB, PDE berhasil menghimpun perolehan suara dari 1.605 TPS atau 99,44% dari jumlah total TPS 1.616.
“Sehingga untuk final perolehan suara tinggal sedikit, paling tinggal 11 TPS. Total suara yang digunakan sementara sebanyak 531.748 pemilih. Jumlah pemilih tersebut terdiri atas jumlah suara sah sebanyak 522.009 suara dan suara tidak sah sebanyak 9.739 suara,” ujar Dwiyanto.
Hasil perolehan tersebut dihimpun dari laporan petugas di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS). Hingga pukul 16.30 WIB, laporan yang masuk berasal dari 1.605 TPS dari total TPS sebanyak 1.616 TPS yang menyebar di 20 kecamatan. Rincian perolehan suara tersebut meliputi pasangan Wiyono-Dariyanto (Noto) mendapatkan 2,27%, pasangan Sularno-Kushardjono (Laku) mendapatkan 0,98%, pasangan Danang Wijaya-Sumiyarno (Damar) mendapat 1,94%, pasangan Yuda mendapat 44,10% dan pasangan ADA mendapat 50,68%.
Kabag PDE Pemkab Sragen, Dwiyanto saat dihubungi Solopos.com, Sabtu, menerangkan quick account itu didasarkan pada hasil laporan petugas yang ditempatkan di 1.616 TPS. Menurut dia, hingga pukul 16.30 WIB, PDE berhasil menghimpun perolehan suara dari 1.605 TPS atau 99,44% dari jumlah total TPS 1.616.
“Sehingga untuk final perolehan suara tinggal sedikit, paling tinggal 11 TPS. Total suara yang digunakan sementara sebanyak 531.748 pemilih. Jumlah pemilih tersebut terdiri atas jumlah suara sah sebanyak 522.009 suara dan suara tidak sah sebanyak 9.739 suara,” ujar Dwiyanto.
Hasil Pilkada Sragen Pasangan Yuda Kalah di Kandang Sendiri
Berita Lampung Hasil Pilkada Sragen Pasangan Yuda Kalah di Kandang Sendiri ; Pasangan Cabup-Cawabup nomor urut empat, Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Darmawan Minto Basuki (Yuda) kalah di kandang sendiri pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sragen yang berlangsung Sabtu (19/3).
Yuni yang menggunakan hak pilihnya di TPS 9 Taman Asri, Kroyo,Karangmalang hanya mampu memperoleh 37 suara. Putri Bupati Untung Wiyono tersebut kalah jauh dari pasangan nomor urut lima Agus Fatchur Rahman-Daryanto (Ada) yang mampu mengumpulkan sebanyak 237 suara.
Sementara, pasangan nomor urut satu, yakni Wiyono-Dariyanto (Noto)dan pasangan nomor urut tiga Danang Wijaya-Sumiyarno (Damar), masing-masing hanya mendapat sebiji suara. Sedangkan, pasangan nomor urut dua Sularno-Kushardjono (Laku) memperoleh 16 suara.
Hal yang sama terjadi di TPS 10 Taman Sari, Kroyo, Karangmalang yang merupakan kandang Darmawan. Cawabup yang digandeng Yuni itu tertinggal dari pasangan Ada. Berdasar hasil penghitungan suara, Yuda hanya memperoleh 89 suara. Sedangkan, pasangan Ada mendapat 281 suara, Laku 16 suara, Damar dua suara dan Noto satu suara.
Berbeda dengan TPS yang merupakan kandang Cabup Agus Fatchur Rahman. Bertempat di TPS 22, Kuwungsari, Sragen Kulon, Kecamatan Sragen Kota, Ada menang telak dengan mengumpulkan 364 suara. Lalu, disusul pasangan Yuda dengan perolehan 54 suara, Noto dua suara dan Damar serta Laku, masing-masing satu suara.
Sementara, di TPS Cawabup Daryanto yang berada di TPS 5, Taman Agung, Nglorog dipegang pasangan Ada. Sesuai hasil akhir penghitungan, Ada unggul dengan perolehan 300 suara, disusul secara berurutan pasangan Yuda 32 suara, Damar dua suara, Noto empat suara dan laku dua suara.
Di TPS tersebut, Cawabup Daryanto tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena nama yang terdaftar dalam DPT dicoret oleh petugas KPPS. Menurut Hartono, Ketua KPPS di TPS 5 Taman Agung, Nglorog, Cawabup Daryanto menjadi warga Sragen belum sampai enam bulan.
Sebelumnya, dia ber-KTP Semarang. Karena itu, Daryanto belum dapat dimasukkan sebagai DPT. Kendati tidak memiliki hak suara, Daryanto tetap mengunjungi TPS tersebut, seolah-olah seperti warga yang akan menggunakan hak pilihnya. Begitu tiba di TPS, dia hanya melihat proses pencoblosan, kemudian berbincang ringan dengan petugas KPPS. “Tidak apa-apa saya belum bisa memilih. Hilang satu suara tidak bermasalah,” terangnya.
Yuni yang menggunakan hak pilihnya di TPS 9 Taman Asri, Kroyo,Karangmalang hanya mampu memperoleh 37 suara. Putri Bupati Untung Wiyono tersebut kalah jauh dari pasangan nomor urut lima Agus Fatchur Rahman-Daryanto (Ada) yang mampu mengumpulkan sebanyak 237 suara.
Sementara, pasangan nomor urut satu, yakni Wiyono-Dariyanto (Noto)dan pasangan nomor urut tiga Danang Wijaya-Sumiyarno (Damar), masing-masing hanya mendapat sebiji suara. Sedangkan, pasangan nomor urut dua Sularno-Kushardjono (Laku) memperoleh 16 suara.
Hal yang sama terjadi di TPS 10 Taman Sari, Kroyo, Karangmalang yang merupakan kandang Darmawan. Cawabup yang digandeng Yuni itu tertinggal dari pasangan Ada. Berdasar hasil penghitungan suara, Yuda hanya memperoleh 89 suara. Sedangkan, pasangan Ada mendapat 281 suara, Laku 16 suara, Damar dua suara dan Noto satu suara.
Berbeda dengan TPS yang merupakan kandang Cabup Agus Fatchur Rahman. Bertempat di TPS 22, Kuwungsari, Sragen Kulon, Kecamatan Sragen Kota, Ada menang telak dengan mengumpulkan 364 suara. Lalu, disusul pasangan Yuda dengan perolehan 54 suara, Noto dua suara dan Damar serta Laku, masing-masing satu suara.
Sementara, di TPS Cawabup Daryanto yang berada di TPS 5, Taman Agung, Nglorog dipegang pasangan Ada. Sesuai hasil akhir penghitungan, Ada unggul dengan perolehan 300 suara, disusul secara berurutan pasangan Yuda 32 suara, Damar dua suara, Noto empat suara dan laku dua suara.
Di TPS tersebut, Cawabup Daryanto tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena nama yang terdaftar dalam DPT dicoret oleh petugas KPPS. Menurut Hartono, Ketua KPPS di TPS 5 Taman Agung, Nglorog, Cawabup Daryanto menjadi warga Sragen belum sampai enam bulan.
Sebelumnya, dia ber-KTP Semarang. Karena itu, Daryanto belum dapat dimasukkan sebagai DPT. Kendati tidak memiliki hak suara, Daryanto tetap mengunjungi TPS tersebut, seolah-olah seperti warga yang akan menggunakan hak pilihnya. Begitu tiba di TPS, dia hanya melihat proses pencoblosan, kemudian berbincang ringan dengan petugas KPPS. “Tidak apa-apa saya belum bisa memilih. Hilang satu suara tidak bermasalah,” terangnya.
Hasil Quick Count Pilkada Sragen 2011
Berita Lampung Hasil Quick Count Pilkada Sragen 2011 : Hasil Quick Count Pilkada Sragen online agaknya dari KPU sragen tidak menyiapkan. Saya harus mengikuti Hasil Quick Count Pilkada Sragen ini melalui media televisi lokal di TA TV dan beberapa sumber Hasil Quick Count online lain. Saya mencoba akan mengupdate terus Hasil Quick Count Pilkada Sragen ini secara terusa menerus. Jadi untuk yang berada di luar wilayah kota sragen dan ingin mengetahui info pemilukada sragen 2011 ini isa di lihat disini.
Hasil Quick Count Pilkada Sragen 2011
Wiyono - Dariyanto (NOTO) : [2.13%]
Sularno - Kusharjono (LAKU) : [1.12%]
Danang W - Sumiwarno (DAMAR) : [1.97%]
Kusdinar Untung Yuni - Darmawan (YUDA) : [44.76%]
Agus FR - Daryanto (ADA) : [50.02%]
baca lengkap ..
Hasil Quick Count Pilkada Sragen 2011
Wiyono - Dariyanto (NOTO) : [2.13%]
Sularno - Kusharjono (LAKU) : [1.12%]
Danang W - Sumiwarno (DAMAR) : [1.97%]
Kusdinar Untung Yuni - Darmawan (YUDA) : [44.76%]
Agus FR - Daryanto (ADA) : [50.02%]
baca lengkap ..
Efek Radiasi Nuklir yang Mengancam Warga Jepang
Berita Lampung Efek Radiasi Nuklir yang Mengancam Warga Jepang : Pascagempa berkekuatan 8,9 skala Richter (SR) menghasilkan tsunami setinggi 10 meter. Pascatragedi, warga Jepang kembali dihantui ledakan kilang nuklir pembangkit listrik yang dikhawatirkan memberikan papara zat radiokatif kepada manusia.Dilansir Aljazeera, Senin (14/3/2011), Professor Ilham Al-Qaradawi dari Qatar University memberikan penggambaran dari efek radiasi. "Radiasi memberikan efek ke sel manusia. Buka hanya membunuh namun jika dosisnya tinggi maka bisa merusak sel, menyebabkan kanker," jelasnya.
Ketika seseorang terkena radiasi, jelas Ilham, efeknya beragam mulai dari kulit merah hingga terbakarnya kulit. Tidak hanya itu bisa membuat muntah-muntah. Bahaya jangka panjang tentu saja kanker.
"Kanker yang umumnya terjadi saat terpapar radiasi adalah kanker tiroid dan hanya bisa dilawan dengan tablet potassium iodide," jelas Ilham, lagi. Meski demikian, Ilham menambahkan jika dalam dosis yang rendah tidak akan membahayakan manusia.
Inilah lokasi 9 teror bom yang terjadi pada hari Sabtu, 19 Maret 2011
Berita Lampung Inilah lokasi 9 teror bom yang terjadi pada hari Sabtu, 19 Maret 2011 ; Setelah ibukota, teror bom kini meluas ke sejumlah daerah yakni Medan, Makassar, Bantul dan Bandung. Pada Sabtu (19/3) saja, setidaknya terdapat sembilan kali teror bom. Satu teror terbukti yakni di rumah mantan Kapolda Jawa Barat Irjen Is Sukandar yang berada di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Berikut Daftar lokasi teror bom yang terjadi pada hari Sabtu ini:
1. Gianyar, Bali
Warga Kabupaten Gianyar, Bali, dihebohkan penemuan sebuah karung putih mencurigakan yang diduga bahan peledak. Tim Gegana Polda Bali turun ke lokasi mengamankan karung itu.
2. Cempaka Putih, Jakarta
Rumah mantan Kapolda Jawa Barat Irjen Is Sukandar di Cempaka Putih Tengah, Jakarta Pusat, mendapat kiriman sebuah paket yang terbukti sebagai bom. Bom diterima pembantu Irjen Is Sukandar yang dkirim seorang pria berjaket hitam mengendarai sepeda motor.
3. Medan, Sumatera Utara
Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jemaat Hermon Medan dikejutkan sebuah bungkusan merah mencurigakan yang ditengarai bom. Warga sekitar panik mengira bom. Setelah diledakkan, ternyata berisi bola-bola hiasan pohon natal. .
4. Makassar, Sulawesi Selatan
Sebuah paket mencurigakan menggegerkan warga Perumahan Bumi Tamalanrea Permai, Makassar, Sulawesi Selatan. Paket itu letaknya tak jauh dari kantor Polsek Tamlanrea. Ini membuat warga panik dan paket berhasil diledakkan. Paket ternyata berisi cat dan alat dapur.
5. Pasar Minggu, Jakarta
Warga Jalan Samali Ujung, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kalang kabut gara-gara sebuah paket kiriman yang dialamatkan ke salah satu rumah warga yang diketahui sedang tak berpenghuni. Warga berbondong-bondong mendatangi rumah itu dan mencurigai sebagai sebuah bingkisan bom. Setelah diledakkan, ternyata berisi boneka mainan.
6. Bantul, Yogyakarta
Sebuah bungkusan yang dicurigai bom ditemukan warga pedukuhan Pandes, Kecamatan Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bungkusan tersebut ditemukan di teras rumah Prantiyo Sutikno, pinggir Jalan Parangtritis Kilometer 4. Setelah diledakkan, isinya magic jar (pemasak nasi) dan kain lusuh.
7. Blok M, Jakarta
Sebuah paket mencurigakan ditemukan di sekitar Mahakam, Blok M, Jakarta. Ini sempat membuat syok penerima karena setelah discreening ternyata ada unsur logam. Namun, setelah dihancurkan tim Gegana, ternyata diketahui hanyalah sepatu wanita.
8. Bintaro, Jakarta
Paket mencurigakan menggegerkan kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Bontaro, Jakarta. Paket tersebut berada di ruang Rektor UMJ, Prof Dr Hj Mafitoh Mag. Rektor UMJ pun ketakutan karena alamat pengirim paket tersebut tidak jelas. Paket dikirim sejak tiga hari lalu oleh seseorang. Paket ternyata hanya bermaterikan kertas dan tidak ada detonator ataupun bahan material yang biasa digunakan untuk merakit bom.
9. Bandung, Jawa Barat
Kotak hitam yang diduga bom diletakan di Pos Polisi pengatur lalu lintas di Simpang Lima, Bandung. Terdapat pesan pada bungkusan tersebut yakni "Tolak Pemilihan Umum, R1 Mundur. Setelah diledakkan, berisi rangkaian batu baterai.sumber tribunnews..
Langganan:
Komentar (Atom)